Rabu, 09 Januari 2013

Pesta Kembang Api dan Terompet di Malam Tahun Baru


Tahun baru sudah memasuki minggu kedua... Gimana resolusinya, ada yang sudah tercapai?

Ngomong-ngomong soal tahun baru, kita pasti sudah tahu kalau perayaan tahun baru identik dengan yang namanya kembang api dan terompet. Tapi, tahu nggak sih, sejarah di balik perayaan tahun baru yang sarat dengan cahaya kembang api dan bunyi terompet?

Ternyata, kembang api sudah ada semenjak 2.000 tahun lalu, loh. Penemuan kembang api pertama berawal di Cina, yaitu ketika salah seorang koki tidak sengaja mencampurkan materi KN03, belerang, dan arang yang ternyata bisa menciptakan percikan-percikan api. Bahan tersebut jika dipanaskan di atas api akan menimbulkan bunyi ledakan yang keras. Pada awalnya campuran ini dikenal dengan bubuk mesiu. Kembang api menjadi bagian penting dari kebudayaan Cina karena dianggap bisa menakut-nakuti roh jahat. Bahkan kembang api banyak digunakan untuk hampir seluruh perayaan, seperti pernikahan.

Nah, kalau  tradisi meniup terompet pada malam tahun baru awalnya merupakan ritual untuk mengusir setan bagi orang-orang kuno. Sementara di Cina, terompet juga dipercaya untuk mengusir roh jahat. Mungkin maksudnya adalah, karena tahun baru merupakan 'awal' sesuatu yang baru, maka membunyikan terompet pada tengah malam dianggap bisa menjauhkan keburukan dan mendatangkan keberuntungan. Entah mau dipercaya atau tidak, yang pasti tradisi ini sudah sampai ke Indonesia semenjak lama. Nah, kalau kita ikut-ikutan tradisi orang lain apa kita termasuk ke dalam golongan mereka? Tak ada yang tahu jawabannya. Yang pasti memisahkan budaya kembang api dan meniup terompet dari tahun baru merupakan hal yang sulit untuk dilakukan. Karena justru kedua hal itulah yang membuat meriah setiap perayaan malam tahun baru. Betul?

Akhir kata, SELAMAT TAHUN BARU! (telat)